One Find Day in Jogja


JOGJA

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Jogja memang selalu bikin rindu, ya gak sih?

At least saya sih merasa begitu. Padahal, berkunjung ke Jogja itu bisa dibilang sudah melebihi jari-jari di kedua tangan saya. Alias cukup sering.

Dan terakhir kali ke Jogja itu…Juni tahun lalu! Ahahaha menandakan saya sudah cukup lama juga gak liburan nih. Tapi sangat….sangat berkesan banget. Karena kali ini, saya ber-adventure ria bersama 2 orang teman yang juga punya jiwa petualang! Woohooo!

Sebenarnya sih ke Jogja kali ini dalam rangka work trip. 3 hari mulai Jumat, Sabtu hingga Senin. Eh itu sih berarti 4 hari ya.Anyway, setelah Jumat landing…Sabtu ada community event. Sabtu malam saya dengan teman sekamar saya sudah mulai kasak kusuk sih.

“eh kita mau kemana nih? besok Minggu 1 hari ga ngapa-ngapain cuma nunggu hari Senin meeting doang lho?”

Can you imagine? Tiba-tiba punya waktu 1 hari penuh, 24 jam waktu kosong untuk dihabiskan di kota eksotik ini?

Akhirnya saya dan 2 orang teman saya (1 orang rekan kerja dan 1 orang klien omg laff!) memutuskan untuk go with the flow. Karena saking banyaknya tempat di Jogja yang keren-keren dan kami harus memutuskan mau kemana kan? Well sebenarnya gak go with the flow banget sih. Keputusannya sudah ada, 1 tempat di sekitaran Merapi dan 1 lagi pantai. Entah pantai apa.

(baca juga : walaupun sering dinas ke luar kota, kita bisa memanfaatkan waktu tersisa di sela-sela pekerjaan untuk menemukan hidup. Di sini. )

Jadi, di hari Minggunya ketika kami semua sudah selesai sarapan. Dengan ditemani driver sewaan, kami pun menuju Merapi. Masih bingung antara mau ke Ulen Sentalu atau kemana, akhirnya kami memutuskan tour de Merapi!

(anyway, saya tidak bosan-bosan lho, sudah 2 kali ke Museum Ulen Sentalu dan selalu nagih. See? Jogja memang magical).

Perjalanan dari hotel di sekitaran tugu Jogja ke Merapi membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Begitu sampai di semacam enter pointnya Merapi ini, kita diberikan 3 pilihan untuk tournya. Tour pendek seharga Rp. 350.000 dengan waktu tempuh 2 jam, tour sedang seharga 450ribu dengan waktu tempuh 3 jam, dan tour panjang seharga 550rb dengan waktu tempuh 4jam++. Semuanya menggunakan jeep offroad.

Well, petualangan pun dimulai! Saya yang memang sudah dari beberapa tahun lalu ngebet ingin tour de Merapi tapi belum pernah tahu seperti apa sesungguhnya tour Merapi itu.
Macam naik roller coaster sodara-sodara! :))

Saya yang sudah beberapa tahun belakangan ini mengundurkan diri dari excitement naik rollercoaster dan sebagainya, karena sadar jantung saya sudah tidak sanggup lagi. Di sini malah dikasih kejutan seperti ini.

Track tour de Merapi ini naik turun, dengan penuh pecahan batu-batu sebesar mobil dan rumah, lalu kadang drivernya sengaja menginjak batu-batu tersebut! Otomatis kemiringan 90 derajat, 70 derajat hingga 45 derajat kami alami! Puas dan capek teriak sambil ketawa-ketawa.

Sumpah bener-bener refreshing banget! Pantes orang pada seneng ya naik rollercoaster, apa saya memberanikan diri lagi aja ya?

Setelah kurang lebih 1 jam menyusuri roller coaster track tersebut, akhirnya jalan mulai landai dan kami mulai mendapatkan pemandangan lembah-lembah hijau dan juga lembah pasir.

Jadi Merapi ini masih aktif dijadikan tempat penggalian pasir sih…

Selain lembah-lembah tersebut, kami juga berkunjung ke museum Merapi dan museum Mbah Marijan. Museum Merapi sebenarnya merupakan balai desa yang habis dimakan lava dan lahar saat kejadian Merapi meletus. Di sini kita bisa lihat berbagai macam benda yang dibiarkan apa adanya seperti pada saat kejadian.

Besi jendela yang meleleh, jam yang separuh bertahan dari kobaran api, tanah liat yang retak, guci yang terpahat di tempat karena separuh meleleh. Semua menjadi saksi bisu akan amarah Merapi yang terakhir.
Sehabis puas dari Merapi. Karena jam sudah menunjukkan pukul 1 kurang, kami pun langsung tancap menuju tujuan selanjutnya : pantaiii!

Memutuskan untuk ke pantai Timang dan diskusinya berlangsung di mobil juga. Saya senang banget akhirnya bisa ke sini. Karena terakhir kali ke Jogja sebelum ini, sempat gagal mengunjungi pantai ini.

Daaaaaan, perjalanannya hampir 3 jam aja dong! Hahaha. Sudah begitu, sampai di entry pointnya pun perjalanan tidak bisa dilanjutkan dengan mobil. Harus pakai motor. Alhasil kami bertiga masing-masing sewa ojek motor dengan harga 20rb per motor. Perjalanannya juga 30menit menuju pantai Timang. Benar-benar pantai perawan! Jalur menuju pantai offroad, terus masih harus mendaki bukit lagi. Kami (baca : saya) yang belum makan siang sudah agak gentar sebenarnya di perjalanan dengan motor.

Tapi semua itu ditebus dengan sangat baik. Pantai Timang benar-benar indah luar biasa. Subhanallah, merasa beruntung banget deh memperjuangkan perjalanannya.

Lalu naik gondola yang jadi incaran saya pun saya jalani. Huaaaaa! Aselik sebenernya pas liat gondola dan ketinggiannya saya sempat mundur. Tinggi banget bok. Dan lagi, pengamanannya itu cuma pegangan erat-erat di gondolanya. Tapi wis kadung ngebet.

Dari sini karena sudah jam 5, kami bertiga pun cepat-cepat kembali lagi menuju entry point. Karena pantai Timangnya tutup jam 6 dan masih ada 30 menit perjalanan off road dengan ojek motor.

Sebenarnya di sekitaran sini, ada restoran seafood yang menyediakan all you can eat seafood seharga 350rb udah dengan sayur dan nasi. Tetapi walaupun kami sangat kelaparan dan kedinginan, akhirnya kami memutuskan akan makan di kota Jogja saja. Karena takut kemalaman.

Lagi-lagi keputusan yang tepat! Di tengah kota kami makan di resto yang bernama Pecel Solo dan puasssss banget. Interiornya tradisonil dan orisinil, tempatnya luassss, makannya enak-enak semua lagi. Saya makan garang asam dan pecel solo + rempeyek kacang yang super kriuk. Semua kegembiraan dari pagi terasa penuh.

Apakah saya bahagia? Tentu.
Apakah saya menjadi puas ke Jogja? Oh tentu saja tidak! 😀
Semakin saya meng-eksplorasi sudut-sudut Jogja, semakin saya tahu masih banyak tempat yang belum saya datangi. Dan itu baru 1 kota, bagaimana dengan kota yang lain?

Untungnya mulai bulan-bulan ini saya bisa kembali menabung, untuk merencanakan trip selanjutnya! Ahahaha, setelah 6 bulan kemarin pengeluaran agak habis tersedot untuk sesuatu.

Rencananya sih memang menjelajahi satu persatu kota di Indonesia dulu, tapi kalau ada kesempatan trip keluar negeri lagi ya gak masalah..

Karena, merencanakan travelling itu adalah merencanakan hidup itu sendiri. Find your aha moments in your jey!

xoxo
Ditya

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *