[Suporters Diary] Trip Dadakan ke Hanoi


Nonton timnas di luar negeri jadi candu baru buat saya. Selain kita bisa liburan kita bisa dukung tim kesayangan. Ada cerita menarik saya ketika menonton timnas yang berlaga di Hanoi, Vietnam.

Sebuah brand mengadakan kuis yang hadiahnya jalan-jalan ke Vietnam nonton Timnas. Dan Alhamdulillahnya saya menang. Mungkin ini menang kuis yang paling berkesan.

Derita Traveller Dengan Ijin Kerja

Ini yang sering jadi PR para pelancong yang masih terikat dengan pekerjaan kantor. Belum sebulan saya cuti mosok harus cuti lagi. Tapi beruntungnya saya punya pak bos yang pengertian dan baik banget. Ijin 2 hari acc. Kamis, Jumat. Padahal sebenarnya saya baru balik Senin Siang dari Hanoi namun saya memilih cuti 2 hari saja. Seninnya tinggal Ijin dan Senin itu adalah Ijin terkeren yang pernah saya bikin. Saya masih di Changi . Pesawat Delay. Padahal jam 10 pagi baru arah ke Changi dari Hanoi.

Taksi Nakal di Hanoi?
Perjalanan kedua keluar negeri sudah mulai pede, Hotel dan Maskapai sudah dibelikan oleh sponsor plus uang saku tentunya. Tinggal modal badan. Meski demikian saya tetap searching mengenai negara tujuan. Scam Taksi banyak terjadi di Hanoi katanya.

Dan itu tidak sepenuhnya terbukti. Saya menggunakan Taksi Group Airport, Ada promo 380rb VND dari bandara sampai ke city centre. Saat dibandara si calo taksi mengatakan kalau saya bayar maksimal 380 itu tadi. tak ada tambahan biaya lainnya. Akhirnya sampai hotel (Rissing Dragon Villa Hotel) di jalan Batsu daerah Hoan Kiem District saya hanya membayar sesuai yg di stiker tadi. Di argo sih totalnya 450an VND. tapi kami cuma kasih 400rb VND dan si sopir nerima.

Beberapa kali keliling Hanoi juga taksinya murah. Dari stadion ke hotel sekitar 50rb VND dan beberapa kali naik kisarannya segitu segitu juga. Pernah suatu kali ke stadion dari hotel si taksi ini lewat rute yang agak menyimpang dari peta yang kita lihat di HP. Dua kali kita ingetin kalau kita mau ke Hang Day stadium dengan menunjukan HP. kelihatan mau ngebohongin dengan memutar lebih jauh lagi, temenku nyletuk “gw baca di blog kalau sopir taksinya macem macem bilang aja gini – I call Police- udah gitu aja” Entah karena dengar obrolan kami si sopir langsung balik arah ke jalur yang bener dan ngebut nggak karuan.

Terus di dalem taksi pun kita nyletuk ” ini gara gara loe ngomongin isilop (polisi dibalik) jadi ngamuk kan dia” dan kami pun terbahak. Eh udah diputer puter jauh, argonya pun cuma beda 16rb dong jadi 66rb VND. Mungkin kami naik siang hari sampai sore hari. jadi nggak terlalu mengalami penipuan. Nggak tau deh kalau yang naik malem hari. Soalnya jam 11 di sono udah sepi. Hotel kawan kami saja jam 11 rolling doornya sudah ditutup. Tak banyak aktifitas jalan-jalan yang kami lakukan di Hanoi. Selain hanya berenam, Trip kali ini saya memang hanya mau nonton bola saja. Beruntung hotel kami berada di dekat danau Hoan Kiem.

Motor, Pho, Kwaci dan Beer
Berbeda dengan Yangoon yang tidak ada sepeda motor, di Hanoi motor ada dimana – mana. Tapi meski motor berseliweran jarang terjadi ada ngotot-ngototan Karena senggolan. Di Vietnam punya kebijakan jika punya rumah dua lantai, lantai paling bawah wajib dipakai buat buka usaha. Kebanyakan membuka warung pho. Sejenis masakan mi sapi dari Vietnam. Selain itu di sudut – sudut gang banyak yang membuka kedai untuk ngobrol dan menyantap kwaci. Ya kwaci. Sama seperti di Yangoon bangku kecil yang menemani para anak muda tersebut nongkrong. Selain ngeteh / ngopi, kamu juga punya pilihan untuk nge-beer.

Nongkrong Vietnam

Tradisi nongkrong di Hanoi

Hanoi, Vietnam

It’s not about a place, its about quality time πŸ˜‰

Adidas, Elektronik dan Pre Wedding.
Buat pengkoleksi Jersey, pasti banyak mendapati di tag jersey tersebut tulisan Made In Vietnam. Beberaoa outlet Adidas saya datangi, hasilnya. Sepatu dengan merk yang sama di Jakarta 300rb di Hanoi 600rb VND. Hah, dua kali lipat. Tenang, sebenarnya sama kok. Ukurannya 1000 VND = 500 Rupiah. Jadi sekali lagi ngitungnya gampang. Kalau makan 134.000 (ini makan saya termahal saat di Hanoi) sama saja dengan 70rb rupiah.

Jika kamu sempat datanglah ke Trang Tien Plaza swalayan ini menjual barang-barang branded, ini semodel Plaza Senayan sepertinya. Oya di Trang Tien Plaza kerap menjadi lokasi pemotretan untuk pernikahan. Beberapa kali saya lewat namun tidak sempat memfoto. Ini adalah foto yang saya ambil dari web mytravelandfooddiary.wordpress.com

foto pra wedding di hanoi

Famous spot banget ternyata πŸ˜€

Saat pulang, kami harus buru-buru saat di bandara Hanoi. Cek-in tiketnya masih pakai pulpen, antrian imigrasi panjang. Beruntung kami tidak tertinggal pesawat. Perjalanan yang berkesan, walau singkat dan dadakan tetap saja menyenangkan πŸ™‚

Hanoi, Vietnam

Nonton Bola di Hanoi

By: Arista Budiyono
bisa ditemui di akun twitter @infosuporter
Source Pic: Arista Budiyono and Flickr at Header Pic.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *