Tidak Ada Horror di Semarang 16


Gue adalah orang yang lumayan cepat tanggap dengan ajakan untuk traveling. Bahkan ajakan kawinan di luar kota akan gue selipin jalan-jalan demi memakai semua moment untuk exploring. Misalnya saat minggu lalu, salah satu produser CNN ada yang menikah di Semarang, gue (dan beberapa teman) langsung angkat koper, bagaikan Dora, mengeksplore semarang dalam waktu 2,5 hari!

Jadi hal pertama yang dilakukan setelah landing jam 9 malam adalah makan. Di simpang lima ada semacam lesehan yang lumayan terkenal. Murah meriah hore, persis di sebelah Hotel Horison. Dan karena semua udah lelah, hari pertama berakhir sudah.

Hari kedua
Dimulai dengan ke kawinan dulu tentunya. Lalu kita charter mobil, supaya jalan-jalan cepat bisa lebih efektif. Spot pertama tentunya yang paling jadi legenda di Semarang, Lawang Sewu. Dengan segala ke horrorannya. Disini jadi lebih tau banyak sejarah kereta api bikinan Belanda di tahun 30an. Bagian horrornya adalah di basementnya, tapi kita nggak boleh masuk karena ada juru kuncinya.

Lanjut ke Kota Lama yang ternyata mirip banget dengan Kota Tua Jakarta. Mulai dari penjual-penjual barang antik dan uang antik.



Gereja Belenduk juga jadi salah satu objek Kota Lama.

Dan setelah capek muter, kita “Mager” di Spiegel Cafรฉ persis di seberang Gereja Belenduk yang asik banget tempatnya dan harganya terjangkau!

Spot terakhir di hari ke 2 adalah Klenteng Sam Poo Kong. Disana kita ikutan cara sembahyang Klenteng, dan gue dapet ramalan cerah 2017 dimana sukses menanti! Yes! End of day 2.

Hari ketiga
Kita jalan yang agak jauh-jauh supaya abis itu bisa langsung ke airport. Yang pertama adalah Brown Canyon. Secara foto keliatannya kayak Grand Canyon! Jangan lupa kalau kesini pakai kacamata dan masker. Debunya heboh! Dari sini makan ke Pemancingan. Tempat ini uniknya bisa makan lesehan sambil mancing hehe.

Next stop ke Pondok Kopi โ€“ Umbul Sidomukti. Disini ada kolam renang persis diatas tebing dengan pemandangan pegunungan. Untuk yang kuat renang di udara dingin, silakan dicoba!

Setelah itu gue pun menuju airport dan dalam waktu satu jam, tiba lagi di Jakarta.
But, it was a great weekend getaway!

Love,

Cheryl Marella


Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 pemikiran di “Tidak Ada Horror di Semarang