10 Tips Dasar Traveling Solo 18


Saya masih ingat betul, ketika pertama kalinya keluar negeri adalah ketika saya memutuskan untuk nekat ke Eropa untuk mengikuti workshop film di Perancis. Sudah lewat 1 dekade jika mengenang traveling solo saya saat itu. Kalo dipikir-pikir emang nekat banget, well, kalo saat itu saya gak nekat tentu saja saya gak akan kemana-mana, paling banter juga ke Jakarta, berfoto narsis di depan Monas tentu jadi kebanggaan bagi saya si anak Banjar ini 🙂

Saya sadar, gak semua orang punya mental nekat. Terkadang kepolosan untuk mengejar impian itu, mendatangkan kenekatan yang bisa dibilang setipe dengan cinta buta, masa bodo, yang penting berangkat, sampe atau gak sampe urusan belakangan :p

Dari pengalaman saya traveling, saya punya beberapa tips dan kesimpulan yang harus dipahami saat kamu mencoba traveling solo alias traveling sendirian.

Here’s the point:

1. Pamit dengan orang tua

Terlepas ortu kamu percaya apa nggak dengan destinasi yang ingin kmu tuju, at least doa mereka yang tiap hari di rapal untuk anaknya bisa bikin kamu senantiasa dalam perlindungan, saya membuktikannya, dan orang menyebutnya I’am Lucky Bastard, namun saya menyebutnya The Power of Prayer.

2. Jangan tinggalkan identitas agama kamu
Saya sebagai seorang muslim, berusaha banget nggak ngelupain kewajiban dalam agama saya, bukan bermaksud menggurui, namun saya pribadi sangat yakin jika saya mendatangi suatu Negara, otoritas saya bukannya di pemerintahan mereka, tapi di tangan Tuhan. Sama halnya jika kamu beragama Kristen, Protestan, Budha, Hindu atau Konghucu banggalah dengan identitas spritualmu, sebagai guidance perjalananmu diatas buku Lonely Planet 🙂

3. Tahu akan kelebihan dan kekuranganmu
Saya walaupun sering dibilang Nekat, tapi saya sebenarnya adalah orang yang pandai mengukur diri. Saya tau apa kesanggupan dan ketidaksanggupan saya dalam menghadapi suatu keadaan. Let say, ketika saya di Jepang, saat itu saya kepengen banget manjat ke Gunung Fuji, padahal saya seumur-umur baru sekali naik gunung (merapi), masa iya saya nekat naik gunung fuji yang beratapkan selimut salju abadi? Sempet sih saya mau nekat, tapi untung penduduk lokal mencegah saya naik. Local residents knows better.

4. Selalu persiapkan kemungkinan terburuk
Katakanlah kamu udah prepare untuk perjalanan seminggu ke Eropa, kamu udah browse sana-sini untuk tahu living cost disana, tapi tetap aja kamu harus prepare for the worse misalkan kamu kecopetan padahal semua uangmu disana semua, ternyata kartu kredit kamu gak berlaku disana, atau tiba-tiba kamu kecelakaan? Apakah Asuransi kamu meng-cover biaya pengobatan kamu disana? Nah hal-hal kayak gitu kamu harus pikirin juga.

5. Keep contact sama keluarga atau teman
Nah ini gak kalah penting, kadang orang lupa tentang pentingnya menjaga komunikasi ketika traveling sendirian, coba bayangkan jika kamu tiba-tiba pergi naik gunung ke Kilimanjaro atau iseng menyusuri hutan keramat Aokigahara di Jepang tempat banyak orang bunuh diri dan tiba-tiba aja kamu tersesat atau pahitnya kamu tewas disana, siapa yang akan menemukanmu? Itulah pentingnya selalu memberi kabar terbaru jika traveling sendirian. Keluarga tahunya kamu ada di Argentina, eeh gak tahunya kamu udah di sarang kartel meksiko, kan runyam.


6. Respeklah dengan adat dan penduduk lokal setempat

Ini yang jarang banget dipahami oleh traveler, kadang mereka gak peduli dengan budaya setempat. Contohnya, Jika kamu ke Turki ingin masuk ke Mesjid Süleymaniye, pakailah pakaian yang pantas untuk memasuki tempat suci. Atau jika kamu ingin sholat perhatikan sekelilingmu, jangan ujug-ujug kamu gelar sajadah di trotoar. Iya, Tuhan tahu kamu pengen sholat, tapi Tuhan juga gak mau kamu menganggu kepentingan umum dengan sholat yang gak pada tempatnya.

7. Jangan terbawa suasana
Nah, kadang atas nama petualangan yang seru, nggak jarang traveler terbawa suasana dengan melakukan hal-hal yang lupa untuk diperhitungkan sebab dan akibatnya. Contohnya, kamu ketemu orang di hostel, dan ternyata orang yang kamu temui itu seorang traveler yang asyik, bisa jadi kamu gak pikir panjang jika diajak jalan ama dia ke tempat yang berisiko Karena berharap ada petualangan disana, mungkin orang yang ajak kamu siap, tapi kamu? Belum tentu. Parahnya lagi, kalo kamu seorang traveler cewek diajak ke Bar untuk minum-minum disana, sepulangnya kamu mabok berat, gak ada jaminan besok kamu selamat, bisa jadi kamu end up di ranjang dengan seseorang yang gak kamu kenal. Heu.

8. Berani Nolak
Traveler itu salah satu hal yang wajib dimiliki adalah kemampuan untuk bilang Tidak. Kalo kamu ditawarin minum-minum berakohol dan kamu menyambutnya dengan alasan segan padahal kamu minum bajigur aja udah keliyengan, mendingan tolak aja secara halus. Atau kamu diajak ngisep ganja, walaupun cuma satu hisapan, kalo kamu emang gak biasa, bilang aja Tidak, gak usah sungkan untuk menolak. Pengalaman yang paling berbahaya bagi petualang cewek adalah jika menemui Traveler Cowok yang ngajak kamu traveling bareng, dengan alasan karena memiliki satu destinasi yang sama, pikir baik-baik deh Karena kamu nggak tau siapa dia, bisa saja dia seorang Psycho, dan selalu ingat motivasi kamu dari awal adalah traveling sendiri, bukan traveling barengan, kalo emang mau traveling barengan, mending sejak dari berangkat, kamu bisa traveling sama teman atau keluarga yang jelas kamu kenali. Memang nggak menutup kemungkinan untuk pergi bareng itu bisa hemat ongkos dan saling ngejagain. But, yeaah its your call 🙂

9. Selalu positif thinking
Ini penting banget, kalo kamu sudah memutuskan untuk traveling solo, artinya kamu udah siap dengan risiko yang akan kamu tanggung sendiri, tapi jangan juga untuk selalu takut dengan keadaan, dengan orang yang kamu temui di perjalanan. Alih-alih bukannya mendapatkan keseruan traveling solo, tapi kamu tiap saat malah dihantui oleh ketakutan Karena selalu ber-Negatif Thinking. Disinilah pelajaran yang akan kamu dapatkan, kamu akan berhitung dengan keadaan dan kamu akan menjadi orang yang lebih open mind.

10. Kenali niatmu untuk Traveling Solo
Tanyakan pada dirimu, mengapa kamu memutuskan untuk traveling solo? Karena saya percaya seorang petualang akan kehilangan arahnya jika ia tidak punya niat atau tidak tahu motivasinya ketika ia traveling.

Nah point-point diatas adalah prinsip-prinsip dasar kalo kamu mau traveling solo, satu hal yang pasti selepas kamu traveling, kamu akan lebih berpikiran terbuka, dan yang pasti kamu akan lebih menghargai dan menyanyangi orang-orang yang ada dikehidupanmu.

Jika kamu bertanya apa niat saya dalam melalukan traveling Solo? Saya selalu ingat saat itu ketika saya melakukan perjalanan pertama kali hingga saat ini adalah “Karena saya yakin apa yang selama ini saya dengar dan saya baca itu pasti berbeda dengan apa yang saya rasakan sendiri”

Kalau kamu?


Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 pemikiran di “10 Tips Dasar Traveling Solo

  • ekahei

    Dear kak Andrei…
    tulisan yang manis setelah sekian lama tak membaca tulisanmu — heheh,

    Poin nomor satu kerap saya abaikan, sebab sudah tahu jawabannya akan tidak mengizinkan mengingat saya anak perempuan yang bagi mereka lebih baik berdiam di rumah hehehe — namun, saya percaya pada kekuatan do’a, seperti yang pernah diucapkan ayah saya : Libatkan nama Allah dalam setiap langkahmu.” Maka, poin nomor dua ngena’ banget.

    Terkadang, merasa tidak nyaman sih, terbayang jika terjadi kemungkinan terburuk, betapa sedihnya orangtua. Saya ingat, saat pertamakali solo backpacking ke Thailand, pas ditengah laut Andaman ketika ombak menghantam badan kapal yang saya tumpangan. Saat itu saya berdo’a : “Ya Allah, sungguh saya masih ingin melihat wajah ibu saya.”

    Seperti apa yang kak Andrei sampaikan pada tulisan ini ; otoritas di tangan Tuhan. Saya pun menyakini hal sama.

    *kok sayanya jadi curhat ya. 🙂

    • admin Penulis

      Hai Eka,
      Thank loh komentarnya apreciated banget! Suka kalo ngebaca pengalaman traveling orang lain.
      Ayo Eka, kamu nulis juga disini tentang pengalaman traveling kamu 🙂

  • Boyke Elvano

    Sekilas hampir aja saya baca: tips traveling ke Solo. Hahaha
    Usefull banget tips-nya, cerita tiap point-nya juga bagus, tidak menggurui. ijin share ya 🙂

  • adisty Mei

    Saking kangennya baca tulisanmu, cerita2 pada tiap pointnya yang saya bayangkan adalah cerita Travellous #fansgariskeras #nunggulanjutantravellous

  • Andhika Rahmano

    Tips-nya beda dengan yang lain, sesuai buat traveler indonesia, beda sama tips yang ditulis traveler luar yang belum tentu cocok. Thumbs up for the post! Salam kenal dari saya

    • Andrei Budiman

      Yes, seharusnya emang gitu, budaya kita kan berbeda, sudah seharusnya sesama traveler dalam negeri saling membagi tips. Salam kenal juga mas 🙂

  • Diana

    Seharusnya tips seperti ini, ditulis beberapa tahun yang lalu saat Bang Rei mentereng sebagai Pionir Backpacker. Well, ini yang ditunggu2 setelah sekian lama. Thanks Bang Rei buat tips nya, ak share ya

    • Andrei Budiman

      Sama2 Diana, feel free buat di share.
      Iya nih baru bs nulis sekarang, tapi telat lebih baik drpada nggak ada tips sama sekali #alasan
      Hehehe

  • sarah

    Terimakasih tips nya. Sangat membantu, kadang memang menerima teman jalan bersama harus hati hati. Kalo cewek biasanya punya insting, gunakan insting yg kuat tersebut untuk menilai seorang teman jalan yang baru dikenal.